Pariwisata Taman Kelinci dan Bangunan Hobbit di Malang

    Pariwisata taman Kelinci dan Bangunan Hobbit di Malang – Masa cuti ke Malang kini punya beberapa pilihan. Instagenic, warna-warna dan di kelilingi kelinci, ini lokasi liburan baru di Malang: Taman Kelinci. Dikumpulkan dari berbagai sumber ternama di Indonesia, Malang mempunyai tempat bermain yang imut dan instagrammable, Taman Kelinci Sebutannya. Sebenernya sebutan tempat ini merupakan Plaza Garden Wisata Edukasi Rabbit Field, akan tetapi karena begitu panjang maka warga disana meyebutnya Taman Kelinci.

    Taman ini terletak di Kampung Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Area ini sangat mudah ditemui karena berlokasi tepat dijalur yang menuju ke arah Paralayang Batu. Hal itu disebabkan lantaran lokasi ini juga, Taman Kelinci tak cuma hanya di bidang datar tapi perbukitan Wisatawan bisa bermain bersama-sama kelinci-kelinci yang dilepas disini. Pegang kelinci dan memberi makan secara langsung sebagai edukasi yang dilakoni di taman ini.

    Satu hingga dua bangunan mungil kelinci tersebar di zona taman dan di cat warna-warni. Tak cuma rumah kelinci, bangunan hobbit pun ada di taman ini. Pengunjung bisa mencoba masuk atau hanya sebatas berfoto di depan bangunan hobbit.

    Semua area Taman Kelinci ini dihiasi dengan warna-warni. Penganan kelinci yang ada di taman ini juga beraneka warna. Diawali dari hijau sampai ungu. Tidak perlu takut untuk menginjak tumbuhan, walaupun diperuntukan untuk kelinci taman rekreasi ini punya jalur paving block yang bisa dipergunakan untuk wisatawan saat berjalan. Untuk menikmati taman rekreasi ini, pengunjung paling membayar Rp 5. 000 per orang ini belum termasuk biaya parkir. Biaya parkir bagi motor sebesar Rp 2. 000, mobil Rp 5. 000 dan Rp 10. 000 untuk bus.

    Categories: Rehat Tags: Tags:

    Nostalgia Dengan Pariwisata di Jakarta

    No Comments

    Jalan-jalan ke Tempat Pariwisata di Jakarta rasa-rasanya tidak lengkap bila lewatkan pelesir ke pemandangan kota tua yang ada di Jakarta Barat. Museum Fatahillah sebagai sekian dari ikon pariwisata kota tua Jakarta. Memulai sekadar kongkow hingga belajar sejarah, seluruhnya nyaman dikerjakan di sana. Sepeda onthel panca warna yang berjajar di sejumlah sudut Taman Fatahillah seolah-olah membawa kita balik lagi ke masa lampau. Sepeda tersebut direntalkan pemiliknya. Dengan meroscek Rp 20.000-Rp 30.000, kalian bisa memutari sekeliling kota tua. Sepeda di sewakan lengkap bersama topi khas meneer serta noni Belanda. Banyak lokasi pariwisata yang bisa dikunjungi utk menikmati masa lampau Jakarta. Yang pertama tentu musti masuk Museum Fatahillah. Didalam museum yang tadinya berfungsi menjadi balai kota, kita dapat belajar banyak mengenai sejarah Tempat pariwisata di Jakarta.

    Pariwisata di Jakarta

    Beragam koleksi dipajang di museum itu. Mulai replika warisan prasejarah hingga pra-kemerdekaan Indonesia. Beraneka sudut ruangan menambahkan khazanah informasi kalian mengenai Jakarta. Terdapat guide didalam Museum Fatahillah yang rela memandu kalian, menerangkan seisi museum. Pengunjung boleh sewa sepeda dan menjelajah di jalan daerah Taman Fatahillah guna menikmati nuansa kota tua. Sepeda di sewakan. Disayangkan, museum yang dibangun oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen tersebut dipugar sampai akhir Februari. Tapi, jangan kecewa, sejumlah museum lain bisa kalian kunjungi. Tersedia Museum Wayang serta Museum Keramik. Lumayan murah masuk museum itu, cukup bayar tiket Rp 5.000.

    Beragam jenis wayang tersuguhkan di Museum Wayang. Tak cuma itu, boneka tradisional dari beragam negara pun mengisi koleksi museum itu. Jika kalian lagi gandrung kisah seri pewayangan di Tv, nampaknya perlu menyempatkan waktu ke museum tersebut tuk me­nambah informasi. Ada pula Museum BI serta Bank Mandiri yang boleh dinikmati tak jauh dari kawasan Taman Fatahillah. Wisatawan yang berekreasi pada hari biasa kerap kongkow-kongkow di sekeliling Taman Fatahillah. Kegiatannya sekedar naik sepeda onthel, selfie berlatar belakang bangunan tua, hingga menikmati kuliner khas Betawi. Walau bukan liburan, setiap penjual kuliner khas Betawi gampang dijumpai di sekeliling Taman Fatahillah. Mereka berdagang mulai dari gerbang masuk taman hingga depan Museum Wayang. Dari kerak telor hingga bir pletok dijual.

    Tuk berkunjung ke kota tua, tidak sedikit trans­portasi yang dapat digunakan. Mulai Transjakarta hingga angkot. Begitu juga soal tempat menginap. Tidak sedikit hotel, guest house di sekeliling kota tua serta Glodok. Harganya beragam, dari Rp 250.000 sampai Rp 600.000. Lokasi Taman Fatahillah pada sentra per­belanjaan Glodok memang tak begitu jauh. Bahkan, bila ingin hemat dan memandangi panorama bangunan lama di kota tua, kalian boleh tracking dari wilayah Glodok hingga Taman Fatahillah. Jika kalian pergi ke Jakarta tuk shoping, mungkin tidur di daerah Pasar Tanah Abang dapat menjadi alternatif. DisanaDisana ada guest house terjangkau, bersih, serta menyediakan fasilitas semacam hotel berbintang. Hotel-hotel tak mahal itu beredar di Jl. Kebon Kacang, pas di sebelah Pasar Metronya. Lokasi dari Tanah Abang menuju Kota Tua pun tidak sangat jauh. Bisa ditempuh menggunakan sekali angkot.

    Jika mau merasakan pengalaman unik pada Kota Tua Jakarta, barangkali kalian bisa menikmati pariwisata malam jakartanya. Caranya sejalan dengan tur yang digelar oleh komunitas ataupun penyelenggara pariwisata indonesia. Sekian dari yang banyak disarankan orang yaitu Jakarta Heritage Trails. Aktivitas itu digelar Komunitas Historia. Banyak sekali pilihan pariwisata yang tersedia komunitas itu. Mulai pariwisata malam ke kota tua, China Town Journey, hingga menjelajahi jejak si Pitung. Wisata selepas maghrib kota tua umumnya dise­lenggarakan dengan minimal 10 orang. Oleh karenanya, jika liburan sendiri, kalian musti mengkontak panitia penyelenggara tuk dapat bergabung dengan rombongan yang lain. Durasi pariwisata kurang lebih empat jam, dari jam 19.00-23.00. Dengan didampingi guide, peserta bakal diajak berkeliling dengan naik sepeda onthel atau jalan kaki. Lokasinya Taman Fatahillah, Jembatan Kota Intan, ataupun bisa pula sampai menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Kelompok tersebut juga sudah menggelar perjalanan Night At the Museum.

    Categories: Rehat Tags: Tags: